Valentine's Day Pumping Heart
Selamat Datang!!

Selasa, 19 Januari 2016

SAP KB

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KELUARGA BERENCANA (KB)



DISUSUN OLEH :

SITI HAJAR

201310201058



PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH

YOGYAKARTA

2015







SATUAN ACARA PENYULUHAN

KELUARGA BERENCANA (KB)



I.                    Identifikasi Masalah

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.

Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit. Tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga karena metode-metode tersebut mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individu, dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Dalam memilih suatu metode KB, wanita harus menimbang berbagai factor, termasuk status kesehatan, efek samping potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, besarnya keluarga yang diinginkan, kerjasama pasangan, dan norma budaya mengenani kemampuan mempunyai anak.



II.                  Pengantar

Bidang studi       :      Keperawatan Maternitas II

Topik                 :      Maternitas

Sub topik           :      Keluarga Berencana (KB)

Sasaran              :      Keluarga dengan wanita usia subur

Hari /tanggal      :      Januari 2016

Jam                    :      11.00

Waktu                :      20 menit

Tempat              :      Rumah Keluarga Tn.A



III.                Tujuan Intruksional Umum (TIU)

Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit diharapkan klien dapat mengetahui tentang KB dan alat kontrasepsi.



IV.                Tujuan Intruksional Khusus (TIK)

Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit, klien diharapkan dapat :

·         Menjelaskan kembali pengertian KB

·         Menyebutkan 3 dari 5 jenis KB dengan tepat

·         Menyebutkan 3 dari 5 kontraindikasi alat KB

·         Menyebutkan 3 dari 5 efek samping penggunaan alat KB.



V.                  Materi

Terlampir



VI.                Metode

·         Ceramah

·         Tanya-jawab



VII.              Media

·           Materi SAP

·           Leaflet



VIII.            Kegiatan Pembelajaran

No
Waktu
Kegiatan penyuluhan
Kegiatan peserta
1.
3 menit
Pembukaan
1.      Memberikan salam
2.      Menjelaskan tujuan penyuluhan
3.      Menyebutkan pokok bahasan yang akan dibahas
4.      Apresepsi
5.      Kontrak waktu
1.      Menjawab salam
2.      mendengarkan dan memperhatikan

2.
10 menit
Pelaksanaan materi
Pelaksanaan materi penyuluhan secara berurutan dan terartur
Materi
1.      Pengertian KB
2.      Pengertian kontrasepsi
3.      Jenis-jenis KB
4.      Efek samping alat KB
5.      Kontraindikasi alat KB
Menyimak dan memperhatikan
3.
5 menit
Evaluasi :
1.      Bertanya pada klien tentang materi yang telah dijelaskan
2.      Memberikan kesempatan kepada klien untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan
Menjawab pertanyaan

4.
2 menit
Penutup
1.      Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
2.      Ucapan Terimah Kasih
3.      Mengucapkan salam
Menjawab salam
















IX.                Pengesahan

                                                                                               Yogyakarta, 1 Agustus  2015 



                   Sasaran                                                                                Penyuluh





            (Ibu Siti Nurjanah)                                                                     (Siti Hajar)



                                                               

                                               Pembimbing Materi Penyuluhan





                                              

                                             (Kustiningsih, M.Kep, Sp..Kep, An)





X.                  Lampiran Materi

A.   Definisi KB

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita. Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.



B.   Definisi Kontrasepsi

Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan dan konsepsi yang berarti pertemuan antara sel teur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut.



C.   Manfaat KB



1.          Menurunkan resiko terjangkitnya kanker rahim dan kanker servik

2.          Menurunkan angka kematian maternal serta peningkatan IPM

3.          Menghindari kehamilan yang tidak diinginkan

4.          Dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak

5.          Dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak

6.          Lebih menjamin tumbuh kembang bayi dan anak

7.          Dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga

8.          Pendidikan anak lebih terjamin

9.          Dapat menentukan kualitas sebuah keluarga



D.   Ada dua pembagian cara kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana dan cara modern (metode efektif).



1.         Cara kontrasepsi sederhana

Kontrasepsi  sederhana terbagi menjadi menjadi 2 yaitu menggunakan tanpa alat dan dengan alat. Kontrasepsi tanpa alat yaitu senggama terputus dan pantang berkala. Kontrasepsi dengan alat yaitu kondom, diafragma, cup, cream, jelly, dan vaginal tablet.

a)         Senggama terputus

Merupakan cara kontrasepsi paling tua. Senggama dilkukan seperti biasanya, tetapi pada puncak senggma alat kemaluan pria di keluarkan dari liang vagina dan sperma dikeluarkan di luar.cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, Karena suami belum entu tahu kapan spermanya keluar.

b)         Pantang berkala (system kalender)

Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama dalam istri masa subur. Cara ini kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama untuk berpuasa selain itu, kadang istri kurang terampil dalam menghitung siklus haidnya setiap bulan.

c)         Kondom atau Diafragma

Kondom merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilanyang sudah popular di masyarakat. Kondom adalah suatu karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori, dipakai untuk menutupi zakar yang sudah berdiri tegang sebelum diasukkan ke dalam liang vagina. Kondom  sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat mencegah penularan penyakit seksual termasuk HIV/AIDS.

Kondom mempunyai kelebihan antara lain mudah diperoleh di apotek, took obat, atau supermarket dengan harga terjangkau dan mudah dibawa kemana-mana. Selain itu semua orang bisa memakai tanpa mengalami efek samping. Kondom tersedia dalam berbagai bentuk dan aroma serta tidak berserakan dan mudh dibuang.

Sedangkan diafragma adalah kondom yang digunakan pada wanita, namun kenyataannya kurang popular di masyarakat.



2.        Cara kontrasepsi modern atau metode efektif

Cara kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan permanen. Kontrasepsi tidak permanen dapat dilakukan dengan pil, AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), suntikan dan norplant. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat dilakukan dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita) dan vasektomi ( sterilisasi pada pria).

a)         Pil

Pil adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil telah diperkenalkan sejak 1960. Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara mencegah kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur. Minum pil dapat dimulai segera setelah terjadi keguguran, setelah menstruasi, atau pada masa post-partumbagi para ibu yang tidak menyusui bayinya. Jik seorang ibu ingin menyusui, maka hendaknya penggunaan pil ditunda sampai 6 bulan sesudah kelahiran anak (atau selam masih menyusui) dan disarankan menggunkan cara pencegah kehamillan yang lain.

Pil dapat digunakan untuk menghindari kehamilan pertama atau menjarangkan waktu kehamilan-kehamilan berikutnya sesuai dengan keinginan wanita. Pil dapat diminum secara aman selama bertahun-tahun, tetapi bagi wanita yang telah memiliki anak yang cukup dan pasti tidak menginginkan kehamilan selanjutnya, cara  kontrasepsi jangka panjang hendaknya dipertimbangkan (missal spiral atau sterilisasi).

Jenis-jenis pil:

1)        Pil gabungan atau kombinasi

Tiap pil mengandung dua hormon sintesis, yaitu hormon estrogen dan progestin. Pil gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormone yang mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif bila diminum secara rutin.

2)        Pil berurutan

Dalam bungkusan pil-pil ini, hanya estrogen yang disediakan selam 14-15 hari pertama dari siklus menstruasi, diikuti oleh 5-6 hari pil gabungan antara estrogen dan progestin pda sisa siklusnya. Ketepatgunaan dari pil berurutan ini hanya sedikit lebih rendah daripada pil gabungan, berkisa antara 98-99%. Kelalaian minum 1 atau 2 pil berurutan pada awal siklus dapat mengakibatkan terjadinya pelepasan sel telur sehingga terjadi kehamilan. Karena pil berurutan dalam mencegah kehamilan hanya bersandar kepada estrogen maka dosis estrogen harus lebih besar kemungkinan resiko lebih besar pula sehubungan dengan efek samping yang ditimbulkan estrogen.

3)        Pil khusus-Progestin (pil mini)

Pil ini mengandung dosis kecil berbahan progestin sintesis dan memiliki sifat pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher ahim (mengubah sekresi pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat perlekatan sel telur yang telah dibuahi.

Kontra indikasi pemakaian pil:

-            Penderita hepatitis

-            Radang pembuluh darah

-            Kanker payudara atau kanker serviks

-            Hipertensi, gangguan jantung, varises

-            Perdarahan abnormal melalui vagina

-            Kencing manis

-            Pembesaran kelenjar gondok (struma)

-            Penderita sesak napas, eksim dan migraine ( sakit kepala yang berat pada sbelah kepala).

Efek samping pemakaian pil:

-                      Perdarahan di luar haid,

-                      Rasa mual,

-                      Bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi)

-                      Jerawat,

-                      Penyakit jamur pada liang vagina (candidiasis),

-                      Nyeri kepala,

-                      Penambahan berat badan.

b)             AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

AKDR atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran, ataupun kadar ASI. Namun, ada wanita yang trnyata belum dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini. Karena itu, setipa calon pemakai AKDR perlu memperoleh informasi yang lengkap tentang seluk beluk alat kontrasepsi ini.

Jenis-jenis AKDR di Indonesia:

1)        Copper-T

AKDR bentuk T, terbuat dari bahan polyethelen dimana pda bagian vertialnya dibei lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan)yang cukup baik.

2)        Copper-7

AKDR ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertical 32 mm dn ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada Copper-T.

3)        Multi Load

AKDR ini terbuat dari plastic (polyethelen) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efetivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dsn mini.

4)        Lippes Loop

AKDR ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk memudahkan control, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru), Tipe B 27,5 mm (benang hitam), tipe C 30 mm (benang kuning), dan tipe D 30 mm (tebal, benang putih). Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumabtan usus, sebab terbuat dari bahan plastic.

Kontra indikasi pemasangan AKDR:

-       Belum pernah melahirkan,

-       Adanya perkiraan hamil,

-       Kelainan kandungan bagian dalam, seperti: perdarahan yang tidak normal dari kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.

Keluhan- keluhan pemakai AKDR

Keluhan yang sering dijumpai adalah terjadinya sedikit perdarahan, bisa juga disertai dengan mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Tetapi, jika perdarahan berlangsung terus menerus dalam jumlah banyak, pemakaian AKDR harus dihentikan. Pengaruh lainnya terjadi pada perangai haid. Misalnya, pada permulaan haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit dari biasanya, kemudian secara mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1-2 hari. Selanjutnya kembali sedikit selama beberaa hari. Kemungkinan lain yang trjadi adalah kejang rahim (uterine cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena terjadi kontraksi otot rahim sebagai reaksi terhadap AKDR yang merupakan benda asing dalam rahim. Dengan pemberian obat analgesic keluhan ini akan teratasi dengan segera. Selain hal di atas, keputihan dan infeksi juga dapat timbul selama pemasangan AKDR. Selain keluhan di atas, ekspulsi juga sering dialami pemakai AKDR, yaitu keluarnya AKDR dari rahim.

Pemakaian AKDR dapat dapat berlangsung lama selama pemakai cocok dan tidak ada keluhan. Untuk AKDR yang mengandung tembaga, hanya mampu berfungsi selama 2-5 tahun tergantung daya dan luas permukan tembaganya. Setelah itu harus diganti yang baru.

c)             Suntikan

Kontrasepsi suntikan adalah obat pencegah kehamilan yang pemakainannya dilakukan dengan cara menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Obat ini berisi Depo Medorxi Progesterone Acetate (PMPA). Penyuntikan dilakukan pada otot (IM) di bokong (gluteus) atau pada pangkal lengan (deltoid).

Cara pemakaian: cara ini baik digunakan untuk wanita yang menyusui dan dipakai segera setelah melahirkan. Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu empat minggu setelah melahirkan. Suntikan kedua diberikan setiap satu bulan atau tiga bulan berikutnya.

Kontra indikasi: kontrasepsi ini tidak boleh dilakukan pada wanita yang menderita penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, kencing manis, paru-paru, dan keainan darah.

Efek samping:

-       Tidak datang haid(amenorrhoe),

-       Perdarahan yang mengganggu,

-       Lain-lain: sakit kepala, mual, muntah, rambut rontok, jerawat, kenaikan berat badan, hiperpigmentasi.

d)       Norplant

Norplant merupakan alat kontraepsi jangka panjang yang bisa digunakan untuk jangka waktu 5 tahun. Norlant dipasang di bawah kulit, di atas daging pada lengan atas wanita. Alat tersebut terdiri dari enam kapsul lentur seukuran korek api yang terbuat dari bahan karet silastik. Masing-masing kapsul mengandung progestin levonogestrel sintesis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB. Hormone ini lepas secara perlahan-lahan melalui dinding kapsul sampai kapsul diambil dari lengan pemakai.

Efektivitas norplant: efektivitas kontrasepsi ini cukup tinggi. Tingkat kehamilan yang ditimbulkan pada tahun pertama 0,2%, pada tahun kedua 0,5%, pada tahun ketiga 1,2 %, dan 1,6% pada tahun keempat. Secara keseluruhan, tingkat kehamilan yang mungkin ditimbulkan dalam jangka waktu lima tahun pemakaian adalah 3,9%. Wanita dengan berat badan lebih dari 75 kg mempunyai resiko kegagalan lebih tinggi sejak tahun ketiga pemakaian (5,1%).

Kontraindikasi: wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan norplant adalah mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, migraine, epilpsi, benjolan pada payudara, depresi mental, kencing batu, penyakit jantung atau ginjal.

Kelebihan norplant, yaitu masa pakainya cukup lama, tidak terpengaruh factor lupa seperti pil atau suntik, dan tidak mengganggu kelancaran ASI.

Kekuarangan norplant, yaitu pemasangan hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan yang terlatih dan kadang menimbulkan efek samping, misalnya spotting atau menstruasi tidak teratur. Sealin itu kadang juga menimbulkan berat badan bertambah.

e)        Tubektomi (sterilisasi pada wanita)

Tubektomi adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan wanita tersebut tidak akan mendapatkan keturunan lagi. Sterilisasi bisa juga dilakukan pada pria, yaitu vasektomi. Dengan demikian, jika salah satu pasangan telah mengalami sterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi yang konvensional. Faktor yang paling penting dalam pelaksanaan sterilisasi adalah kesukarelaan dari akseptor. Dengan demikian, sterilisasi tidak boleh dilakukan pada wanita yang belum atau tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau hubungan sewaktu-waktu terancam perceraian, dan pasangan yang masih ragu tentang sterilisasi. Yang harus dijadikan patokan untuk mengambil tindakan sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri.

Dalam beberapa kasus, efek samping tubektomi berupa sindrom pasca-tubektomi dapat terjadi. Sindrom ini adalah sekelompok gejala yang mencakup:

·       Menstruasi tidak teratur

·       Rasa panas (hot flashes)

·       Keringat malam

·       Panas dingin

·       Kecemasan atau depresi

·       Penipisan rambut dan kuku

·       Nyeri payudara

·       Berat badan naik/turun

·       Osteoporosis

·       Prolaps uterus





f)       Vasektomi

Vasektomi adalah salah satu metode pengendalian kelahiran atau Kb khusus pria dimana saluran sperma (vas deferens) yang berfungsi membawa sperma dari skrotum ke testis dipotong sehingga tidak ada sperma yang keluar bersama air mani ketika ejakulasi. Efek samping dari vasektomi yaitu sensasi kenikmatan orgasme tidak berkurang, cairan sperma menyumbang sekitar 10% dengan volume ejakulasi pada pria yang tidak divasektomi dan tidak signifikan mempengaruhi penampilan, tekstur, bau atau rasa ejakulasi.

Kontra – Indikasi:

·         Apabila ada peradangan kulit disekitar scrotum harus disembuhkan dulu.
·         Apabila menderita hernia.
·         Apabila menderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol.
·         Apabila menderita kelainan mekanisme pembekuan darah.
·         Apabila keadaan kejiawaan tidak stabil.





XI.                Daftar Pustaka



Buku Praktikum Keperawatan Maternitas II STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta









https://www.seksualitas.net/vasektomi.htm


Tidak ada komentar:

Posting Komentar