SATUAN
ACARA PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA (KB)
DISUSUN OLEH :
SITI HAJAR
201310201058
PROGRAM STUDI ILMU
KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN AISYIYAH
YOGYAKARTA
2015
SATUAN ACARA
PENYULUHAN
KELUARGA BERENCANA
(KB)
I.
Identifikasi Masalah
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu
pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita.
Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu
usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi
akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
Banyak wanita harus menentukan pilihan
kontrasepsi yang sulit. Tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia,
tetapi juga karena metode-metode tersebut mungkin tidak dapat diterima
sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan individu, dan seksualitas
wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi. Dalam memilih suatu metode KB,
wanita harus menimbang berbagai factor, termasuk status kesehatan, efek samping
potensial suatu metode, konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan,
besarnya keluarga yang diinginkan, kerjasama pasangan, dan norma budaya
mengenani kemampuan mempunyai anak.
II.
Pengantar
Bidang
studi : Keperawatan Maternitas II
Topik : Maternitas
Sub
topik : Keluarga Berencana (KB)
Sasaran : Keluarga
dengan wanita usia subur
Hari
/tanggal : Januari 2016
Jam : 11.00
Waktu : 20
menit
Tempat : Rumah Keluarga Tn.A
III.
Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit
diharapkan klien dapat mengetahui tentang KB dan alat kontrasepsi.
IV.
Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit, klien
diharapkan dapat :
·
Menjelaskan kembali pengertian KB
·
Menyebutkan 3 dari 5 jenis KB dengan tepat
·
Menyebutkan 3 dari 5 kontraindikasi alat KB
·
Menyebutkan 3 dari 5 efek samping penggunaan
alat KB.
V.
Materi
Terlampir
VI.
Metode
·
Ceramah
·
Tanya-jawab
VII.
Media
·
Materi SAP
·
Leaflet
VIII.
Kegiatan Pembelajaran
No
|
Waktu
|
Kegiatan penyuluhan
|
Kegiatan peserta
|
1.
|
3
menit
|
Pembukaan
1. Memberikan
salam
2. Menjelaskan
tujuan penyuluhan
3. Menyebutkan
pokok bahasan yang akan dibahas
4. Apresepsi
5. Kontrak
waktu
|
1.
Menjawab salam
2. mendengarkan
dan memperhatikan
|
2.
|
10
menit
|
Pelaksanaan materi
Pelaksanaan
materi penyuluhan secara berurutan dan terartur
Materi
1. Pengertian
KB
2. Pengertian
kontrasepsi
3.
Jenis-jenis KB
4.
Efek samping alat KB
5.
Kontraindikasi alat KB
|
Menyimak dan memperhatikan
|
3.
|
5
menit
|
Evaluasi :
1. Bertanya pada klien tentang
materi yang telah dijelaskan
2. Memberikan
kesempatan kepada klien untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan
|
Menjawab pertanyaan
|
4.
|
2
menit
|
Penutup
1. Menyimpulkan
materi yang telah disampaikan
2. Ucapan Terimah Kasih
3. Mengucapkan
salam
|
Menjawab salam
|
IX.
Pengesahan
Yogyakarta,
1 Agustus 2015
Sasaran Penyuluh
(Ibu
Siti Nurjanah) (Siti Hajar)
Pembimbing
Materi Penyuluhan
(Kustiningsih,
M.Kep, Sp..Kep, An)
X.
Lampiran Materi
A. Definisi
KB
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu
pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama bagi wanita.
Peningkatan dan perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu
usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi
akibat kehamilan yang dialami oleh wanita.
B.
Definisi
Kontrasepsi
Kontrasepsi
berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan dan konsepsi yang
berarti pertemuan antara sel teur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan
kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya
kehamilan sebagai akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sel sperma
tersebut.
C.
Manfaat KB
1.
Menurunkan resiko
terjangkitnya kanker rahim dan kanker servik
2.
Menurunkan angka
kematian maternal serta peningkatan IPM
3.
Menghindari kehamilan
yang tidak diinginkan
4.
Dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak
5.
Dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak
6.
Lebih menjamin tumbuh kembang bayi dan anak
7.
Dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga
8.
Pendidikan anak lebih terjamin
9.
Dapat menentukan kualitas sebuah keluarga
D.
Ada dua
pembagian cara kontrasepsi, yaitu cara kontrasepsi sederhana dan cara modern
(metode efektif).
1.
Cara
kontrasepsi sederhana
Kontrasepsi sederhana terbagi menjadi menjadi 2 yaitu
menggunakan tanpa alat dan dengan alat. Kontrasepsi tanpa alat yaitu senggama
terputus dan pantang berkala. Kontrasepsi dengan alat yaitu kondom, diafragma,
cup, cream, jelly, dan vaginal tablet.
a)
Senggama
terputus
Merupakan
cara kontrasepsi paling tua. Senggama dilkukan seperti biasanya, tetapi pada
puncak senggma alat kemaluan pria di keluarkan dari liang vagina dan sperma
dikeluarkan di luar.cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, Karena suami
belum entu tahu kapan spermanya keluar.
b)
Pantang berkala
(system kalender)
Cara
ini dilakukan dengan tidak melakukan senggama dalam istri masa subur. Cara ini
kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama untuk
berpuasa selain itu, kadang istri kurang terampil dalam menghitung siklus
haidnya setiap bulan.
c)
Kondom atau
Diafragma
Kondom
merupakan salah satu pilihan untuk mencegah kehamilanyang sudah popular di
masyarakat. Kondom adalah suatu karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak
berpori, dipakai untuk menutupi zakar yang sudah berdiri tegang sebelum
diasukkan ke dalam liang vagina. Kondom
sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat
mencegah penularan penyakit seksual termasuk HIV/AIDS.
Kondom
mempunyai kelebihan antara lain mudah diperoleh di apotek, took obat, atau
supermarket dengan harga terjangkau dan mudah dibawa kemana-mana. Selain itu
semua orang bisa memakai tanpa mengalami efek samping. Kondom tersedia dalam
berbagai bentuk dan aroma serta tidak berserakan dan mudh dibuang.
Sedangkan
diafragma adalah kondom yang digunakan pada wanita, namun kenyataannya kurang
popular di masyarakat.
2.
Cara kontrasepsi
modern atau metode efektif
Cara
kontrasepsi ini dibedakan atas kontrasepsi tidak permanen dan permanen.
Kontrasepsi tidak permanen dapat dilakukan dengan pil, AKDR (Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim), suntikan dan norplant. Sedangkan cara kontrasepsi permanen dapat
dilakukan dengan operasi tubektomi (sterilisasi pada wanita) dan vasektomi (
sterilisasi pada pria).
a)
Pil
Pil
adalah obat pencegah kehamilan yang diminum. Pil telah diperkenalkan sejak
1960. Pil diperuntukkan bagi wanita yang tidak hamil dan menginginkan cara
mencegah kehamilan sementara yang paling efektif bila diminum secara teratur.
Minum pil dapat dimulai segera setelah terjadi keguguran, setelah menstruasi,
atau pada masa post-partumbagi para ibu yang tidak menyusui bayinya. Jik
seorang ibu ingin menyusui, maka hendaknya penggunaan pil ditunda sampai 6
bulan sesudah kelahiran anak (atau selam masih menyusui) dan disarankan
menggunkan cara pencegah kehamillan yang lain.
Pil
dapat digunakan untuk menghindari kehamilan pertama atau menjarangkan waktu
kehamilan-kehamilan berikutnya sesuai dengan keinginan wanita. Pil dapat
diminum secara aman selama bertahun-tahun, tetapi bagi wanita yang telah
memiliki anak yang cukup dan pasti tidak menginginkan kehamilan selanjutnya,
cara kontrasepsi jangka panjang
hendaknya dipertimbangkan (missal spiral atau sterilisasi).
Jenis-jenis
pil:
1)
Pil gabungan
atau kombinasi
Tiap
pil mengandung dua hormon sintesis, yaitu hormon estrogen dan progestin. Pil
gabungan mengambil manfaat dari cara kerja kedua hormone yang mencegah
kehamilan, dan hampir 100% efektif bila diminum secara rutin.
2)
Pil berurutan
Dalam
bungkusan pil-pil ini, hanya estrogen yang disediakan selam 14-15 hari pertama
dari siklus menstruasi, diikuti oleh 5-6 hari pil gabungan antara estrogen dan
progestin pda sisa siklusnya. Ketepatgunaan dari pil berurutan ini hanya
sedikit lebih rendah daripada pil gabungan, berkisa antara 98-99%. Kelalaian
minum 1 atau 2 pil berurutan pada awal siklus dapat mengakibatkan terjadinya
pelepasan sel telur sehingga terjadi kehamilan. Karena pil berurutan dalam
mencegah kehamilan hanya bersandar kepada estrogen maka dosis estrogen harus lebih
besar kemungkinan resiko lebih besar pula sehubungan dengan efek samping yang
ditimbulkan estrogen.
3)
Pil
khusus-Progestin (pil mini)
Pil
ini mengandung dosis kecil berbahan progestin sintesis dan memiliki sifat
pencegah kehamilan, terutama dengan mengubah mukosa dari leher ahim (mengubah
sekresi pada leher rahim) sehingga mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu
mengubah lingkungan endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat
perlekatan sel telur yang telah dibuahi.
Kontra
indikasi pemakaian pil:
-
Penderita
hepatitis
-
Radang pembuluh
darah
-
Kanker payudara
atau kanker serviks
-
Hipertensi,
gangguan jantung, varises
-
Perdarahan
abnormal melalui vagina
-
Kencing manis
-
Pembesaran
kelenjar gondok (struma)
-
Penderita sesak
napas, eksim dan migraine ( sakit kepala yang berat pada sbelah kepala).
Efek
samping pemakaian pil:
-
Perdarahan di
luar haid,
-
Rasa mual,
-
Bercak hitam di
pipi (hiperpigmentasi)
-
Jerawat,
-
Penyakit jamur
pada liang vagina (candidiasis),
-
Nyeri kepala,
-
Penambahan berat
badan.
b)
AKDR (Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim)
AKDR
atau IUD (Intra Uterine Device) bagi banyak kaum wanita merupakan alat
kontrasepsi yang terbaik. Alat ini sangat efektif dan tidak perlu diingat
setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu yang menyusui, AKDR tidak akan
mempengaruhi isi, kelancaran, ataupun kadar ASI. Namun, ada wanita yang trnyata
belum dapat menggunakan sarana kontrasepsi ini. Karena itu, setipa calon
pemakai AKDR perlu memperoleh informasi yang lengkap tentang seluk beluk alat
kontrasepsi ini.
Jenis-jenis
AKDR di Indonesia:
1)
Copper-T
AKDR
bentuk T, terbuat dari bahan polyethelen dimana pda bagian vertialnya dibei
lilitan kawat tembaga halus. Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek
antifertilisasi (anti pembuahan)yang cukup baik.
2)
Copper-7
AKDR
ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini
mempunyai ukuran diameter batang vertical 32 mm dn ditambahkan gulungan kawat
tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2, fungsinya sama
seperti halnya lilitan tembaga halus pada Copper-T.
3)
Multi Load
AKDR
ini terbuat dari plastic (polyethelen) dengan dua tangan kiri dan kanan
berbentuk sayap yang fleksibel. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm.
Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau
375 mm2 untuk menambah efetivitas. Ada 3 ukuran multi load, yaitu
standar, small (kecil), dsn mini.
4)
Lippes Loop
AKDR
ini terbuat dari bahan polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S
bersambung. Untuk memudahkan control, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop
terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A
berukuran 25 mm (benang biru), Tipe B 27,5 mm (benang hitam), tipe C 30 mm
(benang kuning), dan tipe D 30 mm (tebal, benang putih). Lippes Loop mempunyai
angka kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini
ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumabtan usus,
sebab terbuat dari bahan plastic.
Kontra
indikasi pemasangan AKDR:
-
Belum pernah
melahirkan,
-
Adanya perkiraan
hamil,
-
Kelainan
kandungan bagian dalam, seperti: perdarahan yang tidak normal dari kemaluan,
perdarahan di leher rahim, dan kanker rahim.
Keluhan-
keluhan pemakai AKDR
Keluhan yang sering dijumpai adalah
terjadinya sedikit perdarahan, bisa juga disertai dengan mules yang biasanya
hanya berlangsung tiga hari. Tetapi, jika perdarahan berlangsung terus menerus
dalam jumlah banyak, pemakaian AKDR harus dihentikan. Pengaruh lainnya terjadi
pada perangai haid. Misalnya, pada permulaan haid darah yang keluar jumlahnya
lebih sedikit dari biasanya, kemudian secara mendadak jumlahnya menjadi banyak
selama 1-2 hari. Selanjutnya kembali sedikit selama beberaa hari. Kemungkinan
lain yang trjadi adalah kejang rahim (uterine
cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. Hal ini karena
terjadi kontraksi otot rahim sebagai reaksi terhadap AKDR yang merupakan benda
asing dalam rahim. Dengan pemberian obat analgesic keluhan ini akan teratasi
dengan segera. Selain hal di atas, keputihan dan infeksi juga dapat timbul
selama pemasangan AKDR. Selain keluhan di atas, ekspulsi juga sering dialami
pemakai AKDR, yaitu keluarnya AKDR dari rahim.
Pemakaian AKDR dapat dapat berlangsung
lama selama pemakai cocok dan tidak ada keluhan. Untuk AKDR yang mengandung
tembaga, hanya mampu berfungsi selama 2-5 tahun tergantung daya dan luas
permukan tembaganya. Setelah itu harus diganti yang baru.
c)
Suntikan
Kontrasepsi
suntikan adalah obat pencegah kehamilan yang pemakainannya dilakukan dengan
cara menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Obat ini berisi Depo Medorxi Progesterone Acetate (PMPA). Penyuntikan
dilakukan pada otot (IM) di bokong (gluteus) atau pada pangkal lengan
(deltoid).
Cara
pemakaian: cara ini baik digunakan untuk wanita yang menyusui dan dipakai
segera setelah melahirkan. Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu empat
minggu setelah melahirkan. Suntikan kedua diberikan setiap satu bulan atau tiga
bulan berikutnya.
Kontra
indikasi: kontrasepsi ini tidak boleh dilakukan pada wanita yang menderita
penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, kencing manis, paru-paru, dan keainan
darah.
Efek
samping:
-
Tidak datang
haid(amenorrhoe),
-
Perdarahan yang
mengganggu,
-
Lain-lain: sakit
kepala, mual, muntah, rambut rontok, jerawat, kenaikan berat badan,
hiperpigmentasi.
d)
Norplant
Norplant
merupakan alat kontraepsi jangka panjang yang bisa digunakan untuk jangka waktu
5 tahun. Norlant dipasang di bawah kulit, di atas daging pada lengan atas
wanita. Alat tersebut terdiri dari enam kapsul lentur seukuran korek api yang
terbuat dari bahan karet silastik. Masing-masing kapsul mengandung progestin
levonogestrel sintesis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB.
Hormone ini lepas secara perlahan-lahan melalui dinding kapsul sampai kapsul
diambil dari lengan pemakai.
Efektivitas
norplant: efektivitas kontrasepsi ini cukup tinggi. Tingkat kehamilan yang
ditimbulkan pada tahun pertama 0,2%, pada tahun kedua 0,5%, pada tahun ketiga
1,2 %, dan 1,6% pada tahun keempat. Secara keseluruhan, tingkat kehamilan yang
mungkin ditimbulkan dalam jangka waktu lima tahun pemakaian adalah 3,9%. Wanita
dengan berat badan lebih dari 75 kg mempunyai resiko kegagalan lebih tinggi
sejak tahun ketiga pemakaian (5,1%).
Kontraindikasi:
wanita yang tidak diperbolehkan menggunakan norplant adalah mereka yang
menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, migraine,
epilpsi, benjolan pada payudara, depresi mental, kencing batu, penyakit jantung
atau ginjal.
Kelebihan
norplant, yaitu masa pakainya cukup lama, tidak terpengaruh factor lupa seperti
pil atau suntik, dan tidak mengganggu kelancaran ASI.
Kekuarangan
norplant, yaitu pemasangan hanya bisa dilakukan oleh dokter atau bidan yang
terlatih dan kadang menimbulkan efek samping, misalnya spotting atau menstruasi
tidak teratur. Sealin itu kadang juga menimbulkan berat badan bertambah.
e)
Tubektomi
(sterilisasi pada wanita)
Tubektomi adalah setiap
tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan wanita tersebut
tidak akan mendapatkan keturunan lagi. Sterilisasi bisa juga dilakukan pada
pria, yaitu vasektomi. Dengan demikian, jika salah satu pasangan telah
mengalami sterilisasi, maka tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi yang
konvensional. Faktor yang paling penting dalam pelaksanaan sterilisasi adalah
kesukarelaan dari akseptor. Dengan demikian, sterilisasi tidak boleh dilakukan
pada wanita yang belum atau tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau
hubungan sewaktu-waktu terancam perceraian, dan pasangan yang masih ragu
tentang sterilisasi. Yang harus dijadikan patokan untuk mengambil tindakan
sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri.
Dalam beberapa kasus, efek samping
tubektomi berupa sindrom pasca-tubektomi dapat terjadi. Sindrom ini adalah
sekelompok gejala yang mencakup:
·
Menstruasi
tidak teratur
·
Rasa panas
(hot flashes)
·
Keringat
malam
·
Panas dingin
·
Kecemasan
atau depresi
·
Penipisan
rambut dan kuku
·
Nyeri
payudara
·
Berat badan
naik/turun
·
Osteoporosis
·
Prolaps
uterus
f)
Vasektomi
Vasektomi adalah salah
satu metode pengendalian kelahiran atau Kb khusus pria dimana saluran sperma
(vas deferens) yang berfungsi membawa sperma dari skrotum ke testis dipotong
sehingga tidak ada sperma yang keluar bersama air mani ketika ejakulasi. Efek samping
dari vasektomi yaitu sensasi kenikmatan orgasme tidak
berkurang, cairan sperma menyumbang sekitar 10% dengan volume ejakulasi pada
pria yang tidak divasektomi dan tidak signifikan mempengaruhi penampilan,
tekstur, bau atau rasa ejakulasi.
Kontra – Indikasi:
·
Apabila ada peradangan kulit disekitar scrotum
harus disembuhkan dulu.
|
|
·
Apabila menderita hernia.
|
|
·
Apabila menderita diabetes mellitus yang tidak
terkontrol.
|
|
·
Apabila menderita kelainan mekanisme pembekuan
darah.
|
|
·
Apabila keadaan kejiawaan tidak stabil.
|
XI.
Daftar Pustaka
Buku Praktikum Keperawatan Maternitas II STIKes
‘Aisyiyah Yogyakarta
https://www.seksualitas.net/vasektomi.htm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar